Home » » Menguak Kebohongan dibalik Cerita Patung Malin Kundang.

Menguak Kebohongan dibalik Cerita Patung Malin Kundang.

Menguak Kebohongan dibalik Cerita Patung Malin Kundang.
http://mbahdaur.blogspot.com/
Menguak Kebohongan dibalik Cerita Patung Malin Kundang.

Cerita malin kundang itu legenda,siapapun orangnya tidak pernah menyangkal kelegendaanya karena cerita malin kundang merupakan cerita yang penuh pelajaran hidup tentang baik dan buruk,terutama kaitanya dengan berbakti terhadap kedua orang tua khususnya ibu,dank arena kesombongan juga perangai buruknya memperlakukan orang tua akhirnya si malin kundang terkutuk menjadi sebuah batu,lalu pertanyaanya apa yang menjadi kebohongan dibalik cerita patung malin kundang tersebut..?

Peristiwa dikutuknya malin kundang oleh ibunya menjadi sebuah batu ternyata menyimpan kebohongan yang mesti kita cermati dan waspadai kebenaranya,apalagi jangan sampai kita tertipu dan ikut ikutan menyebarkan berita kebohongan itu.

Pengen tahu Kebohongan dibalik Cerita Patung Malin Kundang..? ikuti ceritanya berikut ini versi mbah daur :
Alkisah beberapa hari yang lalu ada sekelempok peneliti situs situs purbakala berasal dari luar negeri  yang datang mengunjungi patung malin kundang yang terletak di padang Sumatra tepatnya dipinggir pantai air manis untuk melakukan riset tentang benar atau tidaknya patung manusia telungkup itu adalah malin kundang yang kesohor itu.


Singkat cerita setelah menjalani riset selama 7 hari 7 malam 7 jam 7 menit dan 7 detik,juru bicara dari tim peneliti ini mengambil kesimpulan yang benar benar baru,unik dan cenderung kontroversial karena patung tersebut bukanlah patung malin kundang yang terkena kutukan dari ibunya melainkan jasad malin kundang yang di awetkan oleh masyarakat sekitar pantai tersebut menggunakan ramuan khusus khas Indonesia.

Mendengar kesimpulan yang dibacakan oleh jubir tim peneliti tersebut warga sekitar dan tentunya warga dunia merasa kaget bahkan tidak sedikit yang marah,karena merasa patung bersejarahnya dibilang palsu alias bohong, tak ayal lagi warga pun menanyakan apa alasan dan landasan anda mengatakan bahwa patung itu bukan lantaran kutukan melainkan hanya mayat yang di awetkan…?

Dengan santai dan penuh keyakinan mengangkat sebuah botol kemudian dengan lantang menjawab “ ini buktinya”..mayat itu di awetkan dengan ramuan yang ada dibotol ini,ramuan ini memang asli Indonesia yang dimodifikasi oleh bangsa luar ( portugis red. ) dan di racik khusus untuk mengawetkan mayat si malin kundang ini.

Warga sempat tertegun dan saling pandang satu dengan yang lain,kemudian ada seseorang yang bertanya dengan tampang  tololnya,memang itu ramuan apa dan apa tulisanya,…?

Juru bicara tim penyelidik itupun mengacungkan jempol dan kemudian berdiri sambil berkata : pertanyaan yang brilian,ramuan ini sebenarnya belum ada namanya hanya bertuliskan For : malin,yang kalau dalam bahasa kalian ( Indonesia Red. ) berarti untuk malin,jadi ramuan ini dibuat dan di ciptakan memang untuk mengawetkan jasad malin kundang ini,jelas kalian tegas si jubir tersebut.

Para warga yang memiliki intelegensia tingkat menengah ke atas serta merta bertepuk tangan sembari mengacungkan jempol juga tersenyum senyum sendiri merasa dibodohi dan di tipu oleh para peneliti koplak tersebut,sementara bagi para warga yang memiliki intelegensi menengah kebawah,memasang muka kecut dengan dahi mengkerut sambil mencari cari jawaban benar atau tidak ya omongan tim peneliti ini.


Untuk menguji anda semua rekan rekan mbah daur yang membaca tulisan ini apa kesimpulan anda…?
  • Jika rekan rekan mbah daur semua bertepuk tangan dan merasa ditipu berarti anda termasuk orang yang memiliki intelegensia tingkat menengah ke atas.
  • Jika rekan rekan mbah daur malah mengkerut dan bertanya Tanya benar atau tidak cerita diatas berarti anda termasuk orang orang yang memiliki tingkat intelegensia menengah kebawah.
Kalau ingin tahu kebohongan yang ada dibalik cerita patung malin kundang disini jawabanya.

Mbah Daur Mbah Daur Updated at : 11.29

62 komentar:

  1. anda menyangkal bahwa patung maling kundang itu bohong tp dalam blog anda, anda menulis bahwa itu adalah jasad maling kundang yang di awetkan, berarti maling kundang itu ada dong,trus drmn si penilti tw bahwa miling kundang tidak durhaka. dan satu lagi ramuan apa itu kok bisa buat mayay jadi batu, setahu sy klo jasad itu diawetkan akan menjadi fosil(sejenis kapur) bukan batu. tanggal peneliti itu datang tanggal dan tahun berapa.?coba anda sebutkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. muh kusmayadi = anda orang yang jeli tetapi meihat sesuatu hanya sepintas,makna dari tulisan diatas belum tertangkap dengan benar dalam pikiran anda,cobalah simak lanjutan cerita itu dan anda akan tahu ujung ceritanya..sekian

      Hapus
    2. ini cerita unsurnya lawak maaaas, pahami lagi -_-

      Hapus
    3. kalau ini postinganny komedi mas, jadi jangan terlalu menanggapinya dengan serius. :-)

      masalah percaya atau tidaknya itu bergantung masnya sendiri.

      Hapus
    4. saya sangat setujuh denganmu Iza Faza, hikayat dongeng atau lawak terserah pada siapa saja, tapi ini adalah
      sebagai pelajaran supaya kita semua menghormati orang tua kita.

      Hapus
    5. saya sangat setujuh denganmu Iza Faza, hikayat dongeng atau lawak terserah pada siapa saja, tapi ini adalah
      sebagai pelajaran supaya kita semua menghormati orang tua kita.

      Hapus
  2. ga percaya..haha
    For malin..haha
    iseng sekali anda..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ageng = bukan iseng mas bro tetapi mencoba memainkan management konflik sebuah berita...hehehe

      Hapus
  3. mungkin banyak yang lelah dibaca sepintas langsung mengambil kesimpulan. just joke.. and i said smart joke thanks for entertaining Mbah Daur

    BalasHapus
  4. Wallahualam... hanya Allah SWT yang tahu kebenaran kisahnya..
    Kita cukup mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah tersebut..
    Penelitian tak selalu benar, kisah pun juga begitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul...ibroh atau pelajaran yang baik dari apapun berita yang ada.

      Hapus
  5. Kalo buat blog yang bener, gak jelas bgd sih. Jangan cuma tau nulis doang, tapi harus tau juga tujuan tulisannya buat apa. Jangan asal tulis!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayang sekali..mbak ini gak membaca tulisanya sampai abis...hmmm generasi pembaca judul posting...

      Hapus
  6. tidak penting benar atau tidak nya,yg terpnting adalah pesan,makna,nasihat n semua yg baik dalam crita itu yg sngat brharga

    BalasHapus
  7. Suatu penjelasan yang tidak masuk akal,

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah maaf pak putro nugroho,spertinya anda gagal faham atas tulisan saya ini..atau anda generasi pembaca judul saja,,,disitu jelas sekali lho

      Hapus
  8. Balasan
    1. hehehe,intermezo bang biar gak panik

      Hapus
  9. FOR malin.
    malin nama bapak saya bang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. akh masa bang,kebetulan kali ya..maaf kl ada persamaan nama..

      Hapus
  10. Inilah seni, terkadang kita terkecoh tp klo di baca secara seksama terlihat dgn jelas klo tujuannya nya cm sekedar lawakan.. Good bisa dijadikan refensi nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mbak afitria,anda telah menenerima sinyal tujuan saya membuat tulisan ini..

      Hapus
  11. Aneh..jika mayatnya diawet atas tujuan apa? Dah adakah jenis mayat2 sekitar kepulauan di indonesia ada seperti malin kundang. Tambahan itu Tali2 dan Bekas simpan air juga diawet. Apa benar kajian itu.....

    BalasHapus
  12. Maaf mas, saya orang kesehatan saya tau betul jenis2 zat yang mampu mengawetkan tapi tidak ada satupun zat yang bisa merubah struktur tubuh menjadi keras apalagi membatu. Pernah bca artikel penelitian ttg mumy firaun? Bahkan mumy firaun yang di awetkan dengan ramuan paling mujarab sekalipun dijamannya tidak bisa membuat firaun membatu. Artikel anda sangat tidak masuk akal & tidak intelegent, ketika saya membaca tanggal yang anda cantumkan di artikel anda saya sudah curiga artikel ini di buay oleh orang yang strata pendidikannya rendah dan saya hanya buang2 waktu. Anda bisa di tuntut atas artikel anda dengan melanggar hukum tentang keabsahan seni budaya indonesia, anda juga mengatakan bahwa warga orang padang yang tidak punya pendidikan adalah "bodoh". Tolong hapus artikel anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini cuma lawakan kenapa serius amat sih?
      maksud TS adalah penekanan di kata for?malin (formalin = zat untuk mengawetkan). yuk tertawa aja daripada marah2

      Hapus
    2. saya rasa tidak ada yang salah dengan artikel saya bang jevi olga,alangkah dahsyatnya amsal yang ada pakai tentang zat pengawet seperti halnya zaman firaun,ada org terdidik,akademis dan mengklaim intelegency tinggi tapi gagal faham..hahaha,baca dl sampai tuntas..

      Hapus
  13. bang abang sekalian ..

    admin ini bukan melencengkan legenda/dongeng "Malin Kundang" ,
    dia hanya ingin melihat berapa banyak yang terkecoh dengen Komedi Plesetan admin ini tersebut . kalian tau lah komedi "Tawa Sutra" ANTV yang sering di pleset plesetin .

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah seperti itulah maksudnya kawan,saya tidak pernah sdktpun menyangkal cerita legenda tersebut,terlepas benar atau tidaknya cerita tersebut,toch kita bisa ambil manfaatnya agar tidak durhaka dan jahat terhadap orang tua.

      Hapus
  14. Hahahahaaaa iya dan tdk itu terserah anda saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul itu,percaya dengan kepercayaan masing -masing

      Hapus
  15. hahahaha.. ternyata lebih lucu para komentator daripada artikel nya sendiri... hahahahaha.. (gubrakkkk ..jadi nabrak pohon kan)

    BalasHapus
  16. Setelah baca tulisan diatas kok saya jadi bingung yah, yang betul yang mana

    BalasHapus
  17. Hebat juga ya ramuannya bisa membuat manusia, kapal n yg ada di kapal bisa merubah menjadi batu..
    Ngawur ja ne blognya

    BalasHapus
  18. Orang langsung mengambil kesimpulan seakan ingin pintar tapi terlihat "BODOH".

    ini hanya cerita plesetan bukan seriusan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kebanyakan dari kita,ketika mendengar sesuatu dan ternyata kita belum yakin kebenaranya sudah langsung mengambil kesimpulan,kalau kata teman saya ummat sumbu pendek..pisss

      Hapus
  19. Apakah tulisan anda ini juga adalah sebuah dongeng?? 😂 , berikan saya referensi yang terpercaya kalau memang peneliti itu pernah meneliti patungnya malin?? Seakan" tulisan anda seperti dongeng,, sjrang pertanyaan saya, siapa nama peneluti itu?
    Dari negara mana peneliti itu?
    Dan kapan penelitian itu di lakukan? Anda ingin membuat dongeng diatas dongeng.

    BalasHapus
  20. Apakah tulisan anda ini juga adalah sebuah dongeng?? 😂 , berikan saya referensi yang terpercaya kalau memang peneliti itu pernah meneliti patungnya malin?? Seakan" tulisan anda seperti dongeng,, sjrang pertanyaan saya, siapa nama peneluti itu?
    Dari negara mana peneliti itu?
    Dan kapan penelitian itu di lakukan? Anda ingin membuat dongeng diatas dongeng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah ini nich yang saya jadi takut,boss...saya sudah tuliskan jelas lho boss,titik opini tulisan ini,bukan sangkalan ceritanya..cb dech di simak lagi,jgn ambil kesimpulan ketika baca judulnya saja

      Hapus
  21. Jika anda berkesimpulan bahwa batu malin kundang adalah sebuah kebohongan belaka,
    Itu perspektif anda,mungkin anda tidak percaya gaib..
    Sekarang saya tantang anda, tolong pecahkan dimana letak posisi kerajan sriwijaya yg sebenarnya dengan detail,
    Dan apa bedanya bekas kerajaan sriwijaya yg hilang dan atlantis yg hilang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuiih ngeri kali bang,tantanganya, saya angkat tangan mengalah..mungkin ilmu saya yang kalah jauh jd gak bisa tersmpaikan titik inti opini dalam postingan ini..piss again

      Hapus
  22. orang yg tingkat intelegensinya menengah ke atas pasti paham maksud dari tulisan di artikel ini dan tertawa geli :D
    Padahal dah serius membacanya haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks bapak septian...mungkin bukan masalah intelegensi tapi karena ketidak sabaran ketika menerima informasi,endless langsung ambil kesimpulan dan ujung2nya menghujat..so bangkitlah generasi indonesia

      Hapus
  23. FORMALIN goblok ! ini tuh cerita iseng lawakan ! FORMALIN kan buat awetin mayat ! masih goblok aja lu !

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup itulah titik point opini dari postingan ini,dengan giringan ala samba,umpan crossing ala inggris dan tentu tekel keras seperti tarkam indonesia,maka gooool..semua marah

      Hapus
  24. Coba ente baca deh di situs http://global.liputan6.com/read/710485/fenomena-aneh-danau-di-tanzania-mengubah-hewan-menjadi-batu . For-Malin hehe ane baru ngeh,. Btw ente bilang itu malin yang diawetkan ? berarti malin itu ada dong ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup abang bizy 4 tech benar,saya juga sudah baca tulisan tersebut..yaah gmn ya

      Hapus
  25. Kalo gw sih kaga baca awalnya tapi akhirnya...Udah ketauan kok apa maksud dari penulis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..agan cyber ini jago bener baca isi hati saya

      Hapus
  26. For malin.... Tp kenapa banyak orang yg berkhianat bukan nya untuk malin malah ngasih ke makanan ikan basah tahu dll.. Kan kasian malin jd dapet sedikit

    BalasHapus
  27. For malin.... Tp kenapa banyak orang yg berkhianat bukan nya untuk malin malah ngasih ke makanan ikan basah tahu dll.. Kan kasian malin jd dapet sedikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. haahaha yah gt dech bang rahmat,ksian juga malin dapat sedikit karena formalinya disunat dikasih ke tahu dan ikan..pisss

      Hapus

info lainya